LIVESabtu, 10 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›berita›Banjir Parigi Moutong Sulsel: Dampak pada 234 KK
berita

Banjir Parigi Moutong Sulsel: Dampak pada 234 KK

Banjir Rendam 7 Desa di Parigi Moutong, 234 KK Terdampak dan Warga Diminta Tetap Waspada

Parigi Moutong – Hujan yang turun tanpa jeda di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berujung pada banjir yang merendam permukiman warga di dua kecamatan. Sebanyak 234 kepala keluarga terdampak, dengan situasi terparah tercatat di Kecamatan Moutong.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Moh Rivai, mengatakan banjir terjadi pada Jumat sekitar pukul 17.00 WITA setelah curah hujan tinggi membuat aliran sungai di Kecamatan Moutong dan Taopa meluap. Air kemudian masuk ke rumah-rumah warga dan menggenangi sejumlah titik pemukiman.

227 KK di Moutong, 7 KK di Taopa Terdampak

Berdasarkan pendataan BPBD, total ada 234 kepala keluarga yang terdampak dalam peristiwa ini. Rinciannya, 227 KK berada di Kecamatan Moutong dan 7 KK di Kecamatan Taopa. Dari jumlah tersebut, kelompok rentan juga ikut terdampak, termasuk 25 balita dan 15 lansia.

Wilayah yang dilaporkan terdampak tersebar di tujuh desa. Di Kecamatan Moutong, banjir melanda Desa Gio Barat, Moutong Utara, Pande, dan Pandelalap. Sementara di Kecamatan Taopa, desa yang terdampak adalah Paria, Tompo, dan Sibatang.

Rivai menjelaskan, kondisi banjir sempat membuat sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Meski begitu, tidak semua warga bertahan lama di tempat pengungsian. Sejumlah warga yang rumahnya sudah mulai bisa dimasuki kembali memilih pulang setelah air berangsur surut.

Air Mulai Surut, Pembersihan Lumpur Dimulai

Meski banjir sudah tidak setinggi saat pertama kali meluap, sisa dampaknya masih terasa di lapangan. Lumpur dan material bawaan air masih menempel di halaman rumah, jalan lingkungan, serta sejumlah titik permukiman yang sempat terendam.

Tim BPBD bersama warga setempat kini bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan material banjir. Pembersihan dilakukan agar aktivitas warga bisa kembali berjalan, sekaligus mencegah masalah lanjutan di lingkungan permukiman.

Penanganan di lapangan juga terus dipantau oleh petugas BPBD untuk memastikan kondisi warga tetap aman. Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada warga yang masih terjebak dalam situasi berisiko, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

BPBD Ingatkan Ancaman Banjir Susulan

Rivai menegaskan bahwa warga di wilayah terdampak perlu tetap siaga karena kondisi cuaca masih berpotensi hujan. Menurut dia, potensi banjir susulan belum bisa dikesampingkan selama curah hujan tinggi masih terjadi di daerah tersebut.

Karena itu, BPBD meminta masyarakat untuk tidak lengah meski air di beberapa titik sudah mulai surut. Pemantauan terhadap kondisi sungai dan permukiman terus dilakukan agar jika ada tanda-tanda kenaikan air, langkah penanganan bisa segera diambil.

Peristiwa ini kembali menunjukkan rapuhnya kawasan permukiman yang berada dekat aliran sungai ketika hujan deras turun dalam waktu lama. Di Parigi Moutong, situasi belum sepenuhnya benar-benar aman, karena ancaman cuaca ekstrem masih membayangi warga di tujuh desa terdampak.

Atribusi sumber: informasi ini disampaikan oleh Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, terkait dampak banjir di Kecamatan Moutong dan Taopa.

Penulis

Redaksi berita

Akun redaksi KabarDPR untuk kategori berita.