Melawan arah lalu lintas bukanlah pilihan aman meski terlihat menggiurkan. Fenomena ini masih sering terjadi di berbagai ruas jalan, mulai dari jalan lingkungan hingga jalan utama. Namun, keputusan ini tidak hanya berpotensi berujung pada kecelakaan, tapi juga dapat menyebabkan dampak serius seperti cedera berat, kecelakaan beruntun, atau kerugian materi. Melanggar aturan lalu lintas dengan melawan arah tidak hanya berisiko secara fisik namun juga dikenai sanksi hukum yang berat sesuai dengan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Untuk meminimalkan risiko kecelakaan, diperlukan langkah-langkah konkret seperti merencanakan perjalanan dengan waktu yang cukup, mematuhi rambu dan marka jalan, mengendalikan emosi, menggunakan perlengkapan berkendara standar, dan menghormati sesama pengguna jalan. Berkendara aman bukan hanya soal keterampilan teknis, tapi juga tentang sikap dan etika. Kesadaran kolektif dalam berlalu lintas menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan bersama.
PT Wahana Makmur Sejati (WMS) melalui program Safety Riding Promotion (SRP) terus mengedukasi masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama berkendara. Pesan yang disampaikan sangat jelas: jangan mengambil jalan pintas yang berisiko, lebih baik memutar sedikit daripada mengorbankan keselamatan. Bersama-sama, mari kita berkendara dengan tertib, saling menghormati, dan berkomitmen pada #Cari_aman sebagai prinsip utama selama perjalanan.

