LIVEKamis, 15 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›berita›Merak Mulai Dipadati Pemudik Sejak Dini Hari Jelang Mudik Lebaran 2026
berita

Merak Mulai Dipadati Pemudik Sejak Dini Hari Jelang Mudik Lebaran 2026

Merak mulai lebih dulu panas sebelum puncak arus mudik Lebaran 2026 benar-benar tiba. Sejak Sabtu dini hari, Pelabuhan Merak tampak dipadati pemudik, terutama mereka yang memilih mobil pribadi dan bergerak lebih awal untuk menghindari penumpukan kendaraan saat hari-hari kritis mendekati Idulfitri. Situasi ini menjadi sinyal awal bahwa lonjakan penyeberangan menuju Sumatera sudah mulai terasa lebih cepat dari perkiraan sebagian orang.

Di tengah meningkatnya aktivitas itu, ASDP Indonesia Ferry menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Perusahaan penyeberangan pelat merah tersebut memproyeksikan arus mudik akan mencapai titik terpadat pada H-4 dan H-3 Lebaran, saat volume kendaraan diperkirakan melonjak tajam di kawasan Pelabuhan Merak. Untuk meredam kepadatan, kantung parkir di dermaga Indah Kiat yang mampu menampung sekitar 2.000 kendaraan akan diaktifkan.

Merak Mulai Dipadati Mobil Pribadi Sejak Dini Hari

Keramaian di dermaga eksekutif Merak pada Sabtu dini hari menunjukkan pola yang kerap berulang setiap musim mudik: mereka yang punya kelonggaran waktu cenderung memilih berangkat lebih awal. Langkah ini diambil untuk menghindari risiko antrean panjang, kepadatan jalan, dan waktu tunggu yang lebih lama di pelabuhan.

Fokus utama di Merak kali ini memang berada pada kendaraan roda empat. Pihak ASDP memperkirakan jumlah kendaraan yang menyeberang dari Merak akan meningkat 9,9 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, total pemudik dari jalur Jawa ke Sumatera diproyeksikan naik 10,3 persen. Angka tersebut membuat pengelolaan arus kendaraan menjadi salah satu pekerjaan utama sejak jauh hari.

Ciwandan Disiapkan untuk Gelombang Motor

Selain mobil pribadi, arus sepeda motor juga sudah masuk dalam skenario pengaturan yang disiapkan ASDP. Pelabuhan Ciwandan diprediksi akan menjadi titik padat bagi pemudik roda dua pada 16-17 Maret 2026. Dengan karakter pemudik motor yang biasanya bergerak dalam jumlah besar dan beriringan, pengaturan jalur serta proses naik kapal menjadi perhatian tersendiri.

ASDP Indonesia Ferry menyebut telah menyiapkan berbagai metode mitigasi jika terjadi gangguan pada sistem tiket. Salah satunya adalah penggunaan alat mobile untuk mempercepat proses penarikan kendaraan ke kapal. Langkah ini disiapkan agar layanan tetap bergerak meski terjadi kendala teknis di lapangan.

Tiket Resmi dan Skema Tarif Tunggal Jadi Kunci Kelancaran

Di tengah proyeksi lonjakan penumpang, ASDP kembali mengingatkan masyarakat agar membeli tiket melalui platform resmi. Imbauan ini bukan sekadar soal ketertiban, tetapi juga untuk memastikan alur perjalanan tetap terkendali sejak dari awal pemesanan hingga keberangkatan.

Di Merak dan Bakauheni, kebijakan tarif tunggal juga diberlakukan untuk golongan kendaraan tertentu. Skema ini diharapkan bisa membantu menciptakan proses penyeberangan yang lebih tertib, sekaligus memberi kepastian bagi pengguna jasa yang sudah bersiap sejak jauh hari untuk pulang kampung.

Dengan arus yang mulai bergerak lebih awal, Merak kembali menjadi titik paling sensitif dalam peta mudik Jawa-Sumatera. Bagi banyak pemudik, keputusan berangkat sebelum puncak bukan lagi soal nyaman atau tidak, melainkan strategi untuk menghindari antrean yang bisa berubah panjang dalam hitungan jam.

Penulis

Redaksi berita

Akun redaksi KabarDPR untuk kategori berita.