berita

Arus Balik Mudik Pelabuhan Bakauheni Meningkat Setelah Lebaran

Bakauheni mulai padat. Sehari setelah Lebaran, arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, terlihat bergerak naik dan menandai fase sibuk yang mulai masuk ke jalurnya. Penumpang pejalan kaki maupun kendaraan pribadi sama-sama mulai memenuhi area pelabuhan sejak Minggu hingga Senin sore, seiring warga pemudik kembali menyeberang ke Pulau Jawa.

General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menyebut peningkatan yang muncul pada H+2 Lebaran 2026 ini sudah menjadi sinyal awal arus balik. Menurut dia, kepadatan yang terpantau bukan sekadar kondisi harian biasa, melainkan bagian dari pergerakan yang biasanya terus membesar menjelang puncak kepulangan pemudik.

Arus balik mulai terbaca dari lonjakan penumpang dan kendaraan

Partogi mengatakan pihaknya terus menjaga kesiapan layanan di pelabuhan, baik dari sisi operasional maupun fasilitas pendukung, untuk menghadapi kemungkinan lonjakan yang lebih besar dalam beberapa hari ke depan. Fokus utama pengelola pelabuhan adalah memastikan alur keberangkatan tetap terkendali meski jumlah pengguna jasa meningkat.

“Pergerakan yang mulai meningkat ini menandakan tren arus balik sudah berjalan. Kami terus memastikan kesiapan layanan, baik dari sisi operasional maupun fasilitas, untuk mengantisipasi lonjakan pada periode puncak,” ujarnya di Lampung Selatan, Senin.

Dalam pemantauan Posko Bakauheni selama 24 jam, aktivitas penyeberangan tercatat cukup padat. Ada 146 trip kapal yang beroperasi dengan total penumpang mencapai 51.751 orang. Angka itu disebut naik 30,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya penumpang, volume kendaraan juga ikut melonjak. Total kendaraan yang menyeberang tercatat 14.094 unit, atau meningkat 45,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa arus balik di Bakauheni tidak hanya didominasi pejalan kaki, tetapi juga kendaraan pribadi dan moda angkutan lain yang ikut memenuhi jalur penyeberangan.

Pengaturan lalu lintas dibuat lebih adaptif

Untuk menjaga kelancaran di area pelabuhan, ASDP menerapkan skenario pengendalian yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengalihan kendaraan bila terjadi penumpukan pada titik tertentu agar arus lalu lintas tetap bergerak dan tidak menimbulkan antrean panjang.

Partogi menegaskan bahwa pola pengelolaan seperti ini dibutuhkan karena arus balik kerap bergerak dinamis. Kepadatan bisa berubah dalam waktu singkat, tergantung kedatangan kendaraan dari jalur darat dan ritme penyeberangan kapal.

Di sisi lain, pengelolaan layanan dermaga juga dijalankan secara fleksibel melalui skema multi-dermaga. Dengan pola ini, distribusi kendaraan dan penumpang diharapkan lebih merata sehingga ritme layanan tetap stabil meski volume pengguna jasa meningkat tajam.

Bakauheni bersiap menghadapi puncak kepulangan pemudik

Peningkatan pada H+2 ini menjadi gambaran awal bahwa gelombang arus balik masih akan terus berkembang. Bakauheni, yang menjadi pintu utama penyeberangan dari Sumatera ke Jawa, kembali menghadapi tekanan besar setelah masa mudik usai.

ASDP menyebut kesiapan operasional akan terus disesuaikan dengan situasi di lapangan. Dengan pergerakan penumpang dan kendaraan yang sudah menunjukkan tren naik, pengelola pelabuhan menempatkan pengaturan layanan sebagai kunci agar penyeberangan tetap lancar dan terkendali di tengah tingginya mobilitas masyarakat pascalebaran.

Data dari Posko Bakauheni sekaligus memperlihatkan bahwa arus balik tahun ini bergerak lebih cepat dibanding periode sebelumnya. Lonjakan yang muncul di awal masa balik menjadi perhatian tersendiri, terutama karena puncak kepadatan biasanya belum sepenuhnya datang pada H+2.

Atribusi sumber: informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan keterangan General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, serta data Posko Bakauheni.