berita

Antrean Pemudik di Pelabuhan Bakauheni: Update Terbaru

Puncak arus mudik Lebaran 2026 mulai menampakkan wajahnya di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Pada H-2 Lebaran, ribuan pemudik bergerak masuk dan keluar pelabuhan secara bertahap sejak Rabu (18/3) malam hingga Kamis (19/3) pagi. Kepadatan terlihat nyata, tetapi hingga laporan ini dibuat, situasi masih berada dalam kendali dan belum mengarah pada kemacetan total.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, lonjakan terbesar terjadi mulai pukul 22.00 WIB. Saat itu, area pelabuhan dipenuhi pemudik pejalan kaki dan pengendara sepeda motor yang menunggu giliran menyeberang. Arus manusia mengular di sejumlah titik, terutama di lorong gangway dermaga 1 dan 7 eksekutif, serta dermaga 2 dan 3 reguler. Di saat yang sama, kapal-kapal terus bergerak cepat: setelah bongkar muatan, armada kembali berlayar menuju Pelabuhan Merak dan Ciwandan di Pulau Jawa.

Pejalan Kaki dan Pengendara Motor Jadi Gelombang Terpadat

Kepadatan paling terasa datang dari dua kelompok pemudik yang memang paling dulu menyesaki area pelabuhan, yakni pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Mereka tampak memenuhi jalur antrean di beberapa dermaga sekaligus, membuat suasana Bakauheni pada malam hari jauh lebih sibuk dibanding jam-jam sebelumnya.

Sementara itu, pemudik motor yang datang dari arah Pulau Jawa melalui Pelabuhan Ciwandan juga terpantau ramai saat keluar dari dermaga 3, 4, dan 6 reguler Pelabuhan Bakauheni. Antrean kendaraan roda dua itu bahkan memanjang hingga pintu keluar pelabuhan yang tersambung ke jalur arteri Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Meski volume kendaraan meningkat tajam, arus di lapangan tetap bergerak dan belum menunjukkan hambatan berarti.

Di sisi lain, arus pemudik motor dan pejalan kaki dari Sumatra ke Jawa masih terlihat lebih landai. Kondisi ini membuat beban penyeberangan belum sepenuhnya menumpuk di satu arah, meski tanda-tanda puncak mudik sudah jelas terbaca.

Prediksi ASDP: Lonjakan Masih Bisa Berlanjut

PT ASDP Cabang Bakauheni sebelumnya memang telah memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran 2026. Pola yang terlihat di pelabuhan sejauh ini sejalan dengan proyeksi tersebut. Lonjakan penumpang dan kendaraan dari Pulau Jawa menuju Sumatra mulai terasa kuat, dan besar kemungkinan pergerakan serupa masih akan berlanjut pada Kamis sore hingga malam, lalu kembali muncul pada Jumat (20/3) pagi.

Dengan pola seperti ini, Bakauheni menjadi salah satu titik paling sibuk dalam rangkaian mudik tahun ini. Kapal-kapal yang terus bergantian sandar dan berangkat menunjukkan bahwa rotasi penyeberangan masih berjalan aktif untuk menampung arus pemudik yang datang bergelombang.

Data Pergerakan Penumpang dan Kendaraan Mulai Terekam

Dalam rekapitulasi angkutan PT ASDP selama 24 jam pada 17 Maret 2026, pergerakan penumpang dan kendaraan juga sudah tercatat secara rinci. Data itu memuat realisasi angkutan penumpang dan kendaraan dari Sumatra ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu. Di sisi lain, penyeberangan dari Jawa ke Sumatra melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara juga ikut masuk dalam catatan operasional.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa arus mudik tahun ini bergerak bukan hanya di satu simpul, melainkan di beberapa jalur penyeberangan sekaligus. Namun, dari pantauan langsung di Bakauheni, titik yang paling menyita perhatian tetap berada di dermaga-dermaga yang melayani pejalan kaki dan sepeda motor, dua moda yang paling cepat membentuk antrean saat gelombang mudik memuncak.