LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›MPR›Anggota MPR: Ajaran Islam sejalan dengan nilai-nilai Pancasila
MPR

Anggota MPR: Ajaran Islam sejalan dengan nilai-nilai Pancasila

Anggota MPR: Nilai Pancasila Selaras dengan Ajaran Islam

Anggota MPR RI Junaidi Auly menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila selaras dengan ajaran agama Islam. Dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (12/9), ia menyebut tidak ada satu pun sila dalam Pancasila yang bertentangan dengan syariat Islam.

Junaidi menilai lahirnya rumusan Pancasila tidak terlepas dari kebesaran jiwa para pejuang dan ulama Islam di PPKI yang mengikhlaskan penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan Indonesia. Menurut dia, Pancasila sudah final dan perlu terus dijaga bersama.

Pancasila dan Islam

Dalam pernyataannya, Junaidi menegaskan bahwa Pancasila memiliki keterhubungan dengan ajaran Islam, mulai dari prinsip tauhid pada sila pertama hingga penegakan keadilan sosial pada sila kelima. Ia menyampaikan pandangan itu dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

“Tidak ada satu pun sila dalam Pancasila yang bertentangan dengan syariat Islam; mulai dari prinsip tauhid di sila pertama hingga penegakan keadilan sosial di sila kelima. Pancasila sudah final dan harus terus kita bentengi bersama,” katanya.

Melalui penjelasan itu, Junaidi mengajak peserta memahami Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai nilai yang dapat berjalan seiring dengan ajaran agama yang dianut masyarakat Indonesia.

NKRI, sejarah, dan peran ulama

Selain Pancasila, Junaidi juga menyinggung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menyoroti peran sentral Mohammad Natsir melalui Mosi Integral 1950 yang berhasil membubarkan Republik Indonesia Serikat (RIS) dan mengembalikan format negara kesatuan.

Junaidi mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mengingat semboyan “Jas Merah” atau jangan sekali-kali melupakan sejarah, tetapi juga “Jas Hijau”, yakni jangan sekali-kali menghilangkan jasa ulama. Menurut dia, sejarah membuktikan bahwa ulama besar ikut memulihkan bentuk kesatuan Republik Indonesia.

Bhinneka Tunggal Ika dan kewaspadaan moral

Terkait Bhinneka Tunggal Ika, Junaidi memandang keberagaman di Indonesia harus tetap berpijak pada fondasi moralitas dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap agenda asing yang mengatasnamakan kebhinekaan, tetapi bertolak belakang dengan norma agama serta kepribadian bangsa.

Dalam kesempatan itu, ia menyinggung propaganda LGBTQ sebagai salah satu hal yang perlu diwaspadai. Menurut dia, penolakan terhadap hal tersebut berlandaskan aturan agama dan konstitusi demi menjaga moral serta keselamatan generasi penerus bangsa.

“Indonesia memegang teguh nilai-nilai ketuhanan. Penolakan kita terhadap hal tersebut berlandaskan aturan agama dan konstitusi demi menjaga moral serta keselamatan generasi penerus bangsa,” ucapnya.

Diikuti sekitar 300 peserta

Acara sosialisasi tersebut diselenggarakan oleh Kelompok I Badan Sosialisasi MPR RI bekerja sama dengan Komunitas Biru Nusantara (Kobinus). Kegiatan itu dihadiri sekitar 300 peserta yang didominasi kaum perempuan dan tenaga pendidik dari berbagai latar belakang suku serta daerah.

Junaidi berharap para peserta tidak sekadar menghafal teks Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, tetapi juga mampu meneruskan pemahaman serta mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Sumber: ANTARA

Penulis

Redaksi MPR

Redaksi MPR KabarDPR bertugas menyajikan pemberitaan seputar MPR RI, kegiatan pimpinan dan anggota MPR, sidang, konstitusi, wawasan kebangsaan, serta sosialisasi Empat Pilar. Pemberitaan disusun secara akurat, berimbang, informatif, dan berorientasi pada kepentingan publik.