Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief meminta produsen kopi tidak berhenti pada pemasaran biji kopi, tetapi memperkuat hilirisasi agar nilai tambah meningkat dan pendapatan pengusaha maupun petani ikut terdongkrak.
Menurut Hendry, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat dunia dengan produksi sekitar 834 ribu ton pada 2025. Dari jumlah itu, 98,6 persen perkebunan kopi disebut berasal dari perkebunan rakyat.
Hendry menilai besarnya potensi tersebut perlu diikuti penguatan industri hilir. Ia menyebut peluang ekspor produk olahan masih terbuka lebar karena ekspor kopi olahan Indonesia pada 2025 mencapai 182.441 ton senilai 692,1 juta dolar AS dan telah menjangkau lebih dari 80 negara.
Kapasitas industri belum optimal
Hendry juga menyoroti kapasitas terpasang industri pengolahan kopi yang mencapai 1,81 juta ton, namun tingkat utilisasinya baru 51 persen dengan kapasitas produksi sekitar 928 ribu ton.
Karena itu, ia menilai peningkatan utilisasi harus dibarengi penguatan pasokan bahan baku, kualitas pascapanen, teknologi, sumber daya manusia, dan kemitraan dengan petani.
Hilirisasi harus ukur nilai ekonomi
Ia menegaskan hilirisasi tidak cukup dinilai dari bertambahnya aktivitas produksi. Menurut dia, keberhasilan hilirisasi harus diukur dari nilai ekonomi yang benar-benar tercipta.
Hendry menyebut pendekatan pengawasan berbasis data penting dilakukan, dengan melihat kapasitas aktual, utilisasi, nilai ekspor, biaya produksi, biaya logistik, konsumsi energi, dan produktivitas tenaga kerja. Kerangka itu, kata dia, sejalan dengan pengawasan hilirisasi yang disiapkan Komisi VII.
“Keberhasilan hilirisasi tidak diukur dari asap yang keluar dari cerobong pabrik, melainkan dari margin daya saing, ekspor, lonjakan nilai dan keadilan harga domestik yang terekam dalam angka,” katanya.
Dorongan untuk petani dan industri
Hendry menilai prinsip tersebut relevan diterapkan pada industri kopi agar peningkatan produksi benar-benar berujung pada daya saing yang lebih kuat, ekspor, investasi, lapangan kerja, dan kesejahteraan petani.
“Dengan agenda hilirisasi kopi ini tercapai, kita harapkan agar petani sejahtera sektor industri makin kuat dan berimbas kepada pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan,” katanya.
Sumber: ANTARA



