LIVEMinggu, 11 Oktober 2026
Ayo Dukung Produk UMKM IndonesiaKLIK DI SINI
BREAKING NEWS
Beranda›DPR›Anggota DPR Minta Masker dan Obat Tersedia Saat Erupsi
DPR

Anggota DPR Minta Masker dan Obat Tersedia Saat Erupsi

Anggota DPR Minta Masker dan Obat Tersedia Saat Erupsi

Anggota Komisi IX DPR RI Ranny Fahd Arafiq meminta pemerintah memastikan ketersediaan masker, obat-obatan, tenaga kesehatan, serta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan untuk melindungi masyarakat yang terdampak erupsi gunung api.

Ranny menilai kesiapan sektor kesehatan harus menjadi perhatian dalam penanganan erupsi sejumlah gunung api di Indonesia, karena abu vulkanik dapat menyebar ke wilayah permukiman dan mengganggu kesehatan masyarakat.

“Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Jika terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan, mengiritasi mata dan kulit, serta memperburuk kondisi warga yang memiliki gangguan pernapasan,” ujar Ranny dikutip di Jakarta, Senin.

Ia juga meminta pemerintah memastikan puskesmas dan rumah sakit di wilayah yang berpotensi terdampak erupsi berada dalam kondisi siap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada penanganan bencana secara umum, tetapi juga perlu mengantisipasi dampak kesehatan yang dapat muncul akibat paparan abu vulkanik.

Selain itu, Ranny meminta perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Ia menilai aspek air bersih, keamanan pangan, sanitasi, dan kebersihan lingkungan juga perlu menjadi bagian dari penanganan selama masa tanggap darurat.

“Jangan menunggu masyarakat jatuh sakit baru kemudian kita bergerak. Sistem kesehatan harus sudah siap sebelum dampaknya meluas,” kata dia.

Ranny menekankan pentingnya koordinasi cepat antara pemerintah pusat dan daerah, BNPB/BPBD, Kementerian Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta seluruh unsur terkait dalam menghadapi dampak erupsi.

“Yang kita butuhkan adalah tanggap darurat, bukan gagap darurat. Dalam kondisi bencana, keterlambatan respons kesehatan bisa berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah memberikan kiat penanganan abu vulkanik secara aman. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi menyebut abu vulkanik mengandung partikel silika yang tajam dan bersifat asam, sehingga jika salah penanganan dapat merusak lantai, kaca, kendaraan, sekaligus membahayakan paru-paru.

Selama proses penanganan, warga atau petugas disarankan menggunakan masker N95 atau KN95, kacamata pelindung, sarung tangan, dan pakaian lengan panjang. Anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru juga diminta dijauhkan dari area yang dibersihkan karena lebih rentan terhadap dampak paparan abu.

Sumber: ANTARA

Penulis

Redaksi DPR

Redaksi DPR KabarDPR bertugas menyajikan pemberitaan seputar DPR RI, rapat komisi, sidang paripurna, legislasi, anggaran, fungsi pengawasan, serta aktivitas pimpinan dan anggota DPR. Setiap informasi disusun dengan mengedepankan akurasi, keberimbangan, konteks kebijakan, dan kepentingan publik.