militer

Analisis Satu Tahun KRI Brawijaya-320: Tantangan Sistem dan Subsistem

Satu Tahun Pengabdian KRI Brawijaya-320: Menanti Pemenuhan Sistem dan Subsistem

Hari ini, tepatnya pada 2 Juli 2026, KRI Brawijaya-320 merayakan satu tahun pengabdiannya sebagai salah satu kapal perang milik TNI Angkatan Laut. Dalam setahun pengabdian tersebut, KRI Brawijaya-320 telah mencapai berbagai prestasi dan menyelesaikan berbagai misi dengan baik.

Capaian Kapal Perang Terbaru TNI AL

KRI Brawijaya-320 merupakan kapal perang jenis Frigate Multi Purpose Combat Ship-Pattugliatore Polivalente d’Altura (MPCS-PPA) terbesar di Asia Tenggara dengan kaliber meriam utama terbesar. Kapal ini juga menjadi yang pertama dalam kemampuan pertahanan diri dari ancaman rudal balistik bagi Indonesia dan TNI AL.

Selain itu, KRI Brawijaya-320 juga berhasil menghadirkan terobosan dalam pengembangan doktrin pertempuran laut dan teknologi pertahanan TNI AL. Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait pemenuhan sistem dan subsistem kapal ini.

Pemenuhan Sistem yang Ditunggu

Selama setahun berdinas, KRI Brawijaya-320 masih menunggu pemenuhan beberapa sistem dan subsistem penting. Antara lain, pengadaan peluru kendali/rudal anti serangan udara berbasis Vertical Launch untuk mengisi tabung peluncur rudal pada sistem VLS Sylver A50 yang masih kosong.

Selain itu, sistem peralatan deteksi bawah air seperti Sonar berbasis Antena Tarik atau Towed Array Sonar juga menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi. Adanya keputusan pasti terkait sistem peluncur torpedo dan peralatan deteksi bawah air ini sangat dinantikan untuk meningkatkan kemampuan operasional kapal.

Meskipun masih ada kebutuhan akan perangkat sistem senjata lain seperti Anti Ship Missile (AShM), hal ini belum menjadi fokus utama untuk saat ini mengingat rudal yang sesuai untuk kapal-kapal kelas Brawijaya juga masih dalam tahap pengembangan.

Dengan demikian, pemenuhan sistem dan subsistem yang belum terlaksana secara penuh dapat menghambat peningkatan kesiapan dan kemampuan tempur dari kedua kapal kelas Brawijaya ini. Oleh karena itu, diharapkan agar progres pemenuhan kebutuhan tersebut dapat segera diwujudkan untuk meningkatkan efektivitas kedua kapal dalam tugas operasionalnya.

Semoga peringatan satu tahun pengabdian KRI Brawijaya-320 dapat menjadi momentum untuk terus memperbaiki dan melengkapi sistem dan subsistem yang diperlukan guna memaksimalkan potensi kapal perang ini dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Source link