Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Rabu (23/9). Sejumlah analis melihat indeks masih berisiko terkoreksi dalam jangka pendek sebelum berpeluang kembali menguji area penguatan.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave a dari wave (x), sehingga berpeluang menguji area 6.208-6.258. Sementara itu, area penguatan terdekat berada di 6.333-6.364.
Dalam riset hariannya, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.267 dan 6.108, serta resistance 6.440 dan 6.535 pada hari ini. Ia juga merekomendasikan sejumlah saham, yakni BBRI, PGAS, TPIA, dan AMRT.
Senada, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai indeks saham masih dibayangi risiko koreksi setelah mencapai SMA-60 dan support Fibonacci 6.290 yang menjadi klaster support.
Meski demikian, peluang pemulihan tetap terbuka jika indeks mampu kembali menguat. Ivan menyebut, jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji support berikutnya di 6.159.
“Jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji support berikutnya di 6.159. Namun, apabila mampu menguat di atas 6.423, tekanan jual pada Selasa berpotensi menjadi false break,” ujar Ivan.
Dia memprediksi IHSG bergerak di level support 6.159, 6.015, dan 5.850 serta resistance 6.347, 6.423, 6.552, dan 6.712 hari ini. Ivan juga merekomendasikan sejumlah saham, yakni INCO, INDF, INKP, KLBF, dan MBMA.
IHSG ditutup di level 6.277 pada perdagangan Selasa (22/9) sore. Indeks melemah 107,68 poin atau minus 1,69 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp14,42 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 33,70 miliar saham. Pada penutupan kemarin, 139 saham menguat, 533 terkoreksi, dan 118 stagnan.
Sumber: CNN Indonesia



