CIAAF hadir dalam IIMS 2026 dengan tujuan mengukuhkan ekspansi ke Indonesia. Dengan target 500 exhibitors dan 150 distributor, CIAAF Indonesia 2026 diperkirakan akan menjadi pusat aftermarket otomotif di Asia Tenggara, khususnya dalam sektor EV dan digitalisasi layanan. Industri otomotif global sedang mengalami perubahan, dengan penjualan kendaraan baru yang melambat. Namun, di tengah perlambatan itu, sektor aftermarket otomotif justru menunjukkan stabilitas dan pertumbuhan yang kuat. Dari suku cadang hingga teknologi diagnostik, aftermarket kini menjadi tulang punggung industri otomotif modern.
CIAAF, yang dikenal sebagai pemain berpengaruh dalam industri aftermarket otomotif global, saat ini sedang memperluas kehadirannya ke Asia Tenggara. Indonesia, yang merupakan salah satu target utama, digunakan sebagai titik strategis bagi ekspansi CIAAF. Pameran CIAAF yang diadakan di Zhengzhou telah membangun reputasinya sebagai salah satu barometer terkemuka dalam sektor aftermarket otomotif global.
Peningkatan penetrasi dan ekspansi yang agresif oleh CIAAF, dengan eksebisi internasional yang semakin besar, menunjukkan bahwa sektor aftermarket kini telah menjadi industri yang lebih terintegrasi lintas negara. Indonesia dipilih sebagai lokasi strategis untuk mengadakan acara CIAAF 2026 dengan target melibatkan 150 distributor, dimana sebagian besar berasal dari China, dan 500 exhibitors.
Pasar aftermarket saat ini sudah berubah menjadi industri yang lebih maju dan teknologi-driven. Dengan pertumbuhan kendaraan listrik, aftermarket kini juga membahas komponen kendaraan listrik seperti modul komponen EV, sistem pendingin baterai, dan layanan perawatan berbasis data. Penghargaan dan keberhasilan CIAAF tidak hanya dilihat dari jumlah exhibitor, namun juga menjadi arena bisnis yang memfasilitasi pertemuan produsen dengan distributor, brand dengan importir, serta pelaku bengkel dengan penyedia teknologi baru.
CIAAF, dengan pengalaman 22 tahun dan ekspansi internasional yang agresif, membuktikan bahwa masa depan industri otomotif tidak hanya ditentukan oleh mobil baru, namun juga oleh bagaimana kendaraan dipelihara dan ditingkatkan nilainya. Aftermarket kini telah menjadi salah satu penentu arah industri otomotif global, terutama dengan perkembangan EV, digitalisasi, dan servis berbasis data yang semakin relevan.

