Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk menghadapi arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru), terutama di jalan tol. Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dhono Vernandhie, telah menyiapkan lima rencana aksi terkait arus lalu lintas. Penggelaran di gerbang tol utama seperti Gerbang Tol Cililitan, Halim, Cikunir 8, dan Cikunir 6 menjadi salah satu langkah yang akan diambil.
Selain itu, koordinasi dengan Jasa Marga untuk meningkatkan layanan MR atau Mobile Reader di Gardu Tol saat puncak arus balik Nataru juga akan dilakukan. Rekayasa lalu lintas berupa contra flow dari kilometer 0 hingga kilometer 8 di Semanggi akan diterapkan, serta penarikan arus kepadatan melalui contra flow kedua. Selain itu, penyekatan di Gerbang Tol Cikunir 8 juga direncanakan untuk menghentikan truk sumbur 3 yang akan masuk ke Tol JORR.
Berdasarkan prediksi, puncak arus balik libur Nataru diperkirakan terjadi pada 3 Januari 2026. Mobilitas masyarakat yang keluar dari Jakarta mulai menurun setelah pemudik kembali ke kampung halamannya pada 24 Desember 2025. Meskipun terjadi lonjakan kendaraan menuju Timur Jawa dan Puncak Bogor, masih dapat ditangani dengan lancar.
Kabag Ops Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, berharap sosialisasi terus dilakukan kepada pengguna jalan tol terkait kartu e-toll, agar transaksi di gerbang tol dapat berjalan lancar. Semoga dengan langkah-langkah rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan, arus balik Nataru tahun ini dapat berjalan lancar dan aman bagi semua pengguna jalan tol.

