Saturday, December 6, 2025
No menu items!
Homepolitik10 Pahlawan Nasional Baru Tahun 2025: Profil dan Kontribusi

10 Pahlawan Nasional Baru Tahun 2025: Profil dan Kontribusi

Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para pejuang yang berjasa bagi kemerdekaan dan kemajuan negeri. Memasuki tahun 2025, peringatan tersebut menjadi semakin bermakna. Pada momentum Hari Pahlawan 2025 ini, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh dalam sebuah upacara kenegaraan yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/11). Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi negara kepada figur-figur yang memiliki dedikasi luar biasa dalam berbagai bidang. Keputusan tersebut juga menorehkan sejarah baru karena mencakup sosok dari beragam latar belakang, mulai dari mantan presiden hingga aktivis yang memperjuangkan hak-hak buruh.

Prosesi pemberian gelar diawali dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, dipimpin langsung oleh Presiden. Penghargaan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116.TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditandatangani di Jakarta pada 6 November 2025. Lantas, siapa saja tokoh yang menerima penghormatan tersebut? Berikut daftar dan profil ringkas 10 Pahlawan Nasional baru tahun 2025, disusun berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber.

Jenderal Besar TNI Soeharto adalah salah satu tokoh yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional tahun 2025. Soeharto adalah Presiden kedua Indonesia yang memimpin selama lebih dari tiga dekade. Ia lahir di Kemusuk, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921. Kepemimpinannya kerap disebut otoriter, namun masa pemerintahannya juga menandai pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional. Soeharto berkuasa sejak 1966 hingga 1998 dan memainkan peran penting dalam hubungan internasional Indonesia. Ia wafat pada 27 Januari 2008 namun namanya tetap menjadi bagian besar dalam sejarah perjalanan bangsa.

K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tokoh Nahdlatul Ulama yang pernah menjabat sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia, juga termasuk dalam daftar penerima gelar Pahlawan Nasional. Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940. Upayanya dalam menjalin hubungan luar negeri memberi citra positif bagi bangsa. Gus Dur meninggal pada 30 Desember 2009 namun gagasan dan teladan-nya sebagai pembela keberagaman tetap dikenang hingga kini.

Ada juga Marsinah, aktivis buruh yang lahir di Nganjuk, Jawa Timur, pada 10 April 1969. Marsinah menjadi simbol gerakan buruh serta perjuangan perempuan di Indonesia. Ia diculik pada 5 Mei 1993 dan ditemukan meninggal pada 8 Mei 1993. Kisah Marsinah menjadi tonggak penting dalam sejarah advokasi buruh. Selain itu, Mochtar Kusumaatmadja, seorang pakar hukum dan diplomat asal Indonesia, turut mendapatkan gelar Pahlawan Nasional berkat kontribusinya dalam penyusunan hukum laut internasional serta penegasan batas wilayah maritim nasional. Mochtar wafat pada 6 Juni 2021 dan namanya tetap dihormati sebagai arsitek diplomasi dan hukum internasional Indonesia.

Rahmah El Yunusiyyah, seorang tokoh perempuan yang berperan besar dalam pengembangan pendidikan, khususnya di Sumatra Barat, juga diakui sebagai Pahlawan Nasional. Salah satu tokoh militer yang diangkat sebagai pahlawan nasional adalah Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, yang berperan dalam operasi penumpasan PKI pada 1965. Sultan Muhammad Salahuddin dan Sultan Zainal Abidin Syah, dua pemimpin lokal yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, serta ulama besar seperti Syaikhona Muhammad Kholil, juga termasuk dalam daftar penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025. Dengan penetapan gelar ini, bangsa Indonesia diingatkan kembali bahwa kemerdekaan dan kemajuan yang dinikmati hari ini merupakan hasil dari kerja keras, keberanian, dan pengorbanan para pendahulu.

Source link

BERITA TERKAIT

Paling Populer